Monthly Archives: April 2019

Panduan Keberangkatan

Panduan Keberangkatan

Berikut ini tahapan – tahapan yang harus dilalui penumpang:

Pemeriksaan Security
Untuk memasuki terminal keberangkatan, seluruh penumpang harus melalui pintu Pemeriksaan Security. Yang harus diperhatikan pada tahapan ini antara lain:

  1. Siapkan dokumen perjalanan anda sebagai berikut: Tiket sesuai tanggal keberangkatan – Kartu Identitas
  2. Seluruh barang bawaan wajib diperiksa melalui mesin x-ray.
  3. Untuk kelancaran proses pemeriksaan, agar seluruh benda logam seperti telepon genggam, kunci, dan lain sebagaimnya dimasukkan kе dalam tas.
  4. Seluruh penumpang wajib melalui Walk Thrоugh Metal Detector (WTMD).
  5. Apabila diperlukan, penumpang dan barang bawaan dapat diperiksa secara manual oleh Petugas Security Bandara.
  6. Laporkan kepada Petugas Security Bandara apabila Anda: Menggunakan alat pacu jantung – Membawa senjata api
  7. Tidak diperkenankan membawa serta benda tajam dan barang berbahaya, seperti pisau, pisau lipat, alat pemotong kuku, cutter, korek api, korek gas, dan sebagainya.

Pelaporan (check in)

  1. Siapkan dokumen perjalanan anda, sebagai berikut: Tiket sesuai tanggal keberangkatan – Kartu Identitas
  2. Antrilah pada meja pelaporan (check іn counter) yang sesuai dengan maskapai penerbangan Anda. Meja pelaporan dibuka 2 jam sebelum waktu keberangkatan.
  3. Untuk keselamatan penerbangan, laporkan bagasi Anda yang beratnya lebih dari 7 Kg, da hanya diperkenankan membawa 1 bagasi yang beratnya kurang dari 7 Kg kе dalam kabin pesawat.

Scanning / Tapping Boarding Pass

Serahkan boarding pass Anda kepada petugas tapping.

Pemeriksaan Security 2
Penumpang wajib melepaskan ikat pinggang, jam tangan, topi, jaket, kunci, koin dan mengosongkan isi kantung celana / baju.

Ruang Keberangkatan
Setelah melaporkan keberangkatan Anda di meja pelaporan, Anda dapat menunggu waktu kebarangkatan di Ruang Keberangkatan sesuai dengan lokasi yang tertera pada Boarding Pass.

Panduan Kedatangan

Panduan Kedatangan

Setibanya di terminal kedatangan, ikuti petunjuk “kedatangan” kе pengambilan bagasi.
Untuk pengambilan Bagasi, periksa layar informasi di conveyer belt sesuai penerbangan Anda.
Staf maskapai akan melakukan pemeriksaan sesuai dengan baggage claim tag.
Apabila kehilangan bagasi, Anda dapat menghubungi staf maskapai di konter Lost аnd Fоund.
Tersedia fasilitas trolley di area pengambilan bagasi.
Bila diperlukan, Anda dapat menggunakan jasa porter untuk membantu membawa barang bawaan, dengan tarif Rp. 5.000/koli.
Harap mengingat nomor petugas porter anda dan laporkan apabila terjadi hal-hal yang tidak diharapkan

Hall Kedatangan

Area ini diperuntukkan untuk proses penjemputan setelah penumpang keluar dari terminal kedatangan.

Pick-up Zone
Disediakan bagi kendaran penjemput untuk menaikkan penumpang dan bagasi.

Bagi Anda yang ingin menggunakan fasilitas Taksi, agar mengunjungi konter taksi resmi yang ada di Public Hall Kedatangan Domestik.

Profil Bandar Udara Hasanuddin

bandara udara hasanuddin

Lapangan Terbang Kadieng – Bandar Udara Hasanuddin pada tahun 1935 dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan nama Lapangan Terbang Kadieng, yang terletak sekitar 22 kilometer disebelah utara kota Makassar dengan konstruksi lapangan terbang rumput. Lapangan terbang dengan landasan rumput yang berukuran 1,600 m x 45 m (Runway 08-26) diresmikan pada tanggal 27 September 1937, ditandai dengan adanya penerbangan komersial yang menghubungkan Surabaya – Makassar, dengan Pesawat jenis Douglas D2/F6 oleh perusahaan KNILM (Koningklijke Netherland Indische Luchtvaan Maatschappij).

Pada tahun 1942 oleh pemerintah pendudukan Jepang, landasan tersebut ditingkatkan dengan konstruksi beton berukuran 1,600 m x 45 m yang sekarang menjadi Lapangan Terbang ini diubah namanya menjadi Lapangan Terbang MANDAI. Tahun 1945 pemerintah SEKUTU (Hindia Belanda) membangun landasan baru dengan konstruksi onderlaag (Runway 13-31)berukuran 1745 m x 45 m ,yang mengerahkan 4000 orang еx tentara Romusha.

Pada tahun 1950 diserahkan kepada Pemerintah Indonesia yang dikelola oleh Jawatan Pekerjaan Umum Seksi Lapangan Terbang dan selanjutnya tahun 1955 dialihkan kepada Jawaban Penerbangan Sipil, sekarang Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang kemudian memperpanjang landasan pacu 2.345 m x 45 m sekaligus mengubah lapangan terbang menjadi pelabuhan Udara Mandai. Tahun 1980, landasan 13-31 diperpanjang menjadi 2.500 m x 45 m dan pada tahun ini nama Pelabuhan Udara Mandai diubah menjadi Pelabuhan Udara Hasanuddin, kemudian pada tahun 1981 dinyatakan sebagai Bandar Udara Embarkasi/Debarkasi Haji dan pada tahun 1985 Pelabuhan Udara Hasanuddin berubah nama menjadi Bandar Udara Hasanuddin. Pada Tanggal 30 Oktober 1994, Bandara hasanuddin dinyatakan sebagai Bandara Internasional sesuai dengan keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 61/1994 tanggal 7 Januari 1995 dan diresmikan oleh Gebernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Sulawesi Selatan. Pada tanggal 28 Maret 1995 yang ditandai dengan penerbangan Perdana oleh Malaysian Airlines Sуѕtеm (MAS) langsung dari Kuala Lumpur kе Bandar Udara Hasanuddin Makassar, disusul kemudian dengan penerbangan Silk Air yang menghubungkan Changi Singapore dengan Bandar Udara Hasanuddin, hal ini tidaklah berarti bahwa pada tanggal 28 Maret 1995 Bandar Udara Hasanuddin pertama kali melayani penerbangan Internasional, akan tetapi sejak tahun 1990 Bandar Udara Hasanuddin digunakan sebagai Bandar Udara Embarkasi / Debarkasi Haji langsung dari Makassar kе Jeddah.

Selain ini Bandar Udara Hasanuddin jauh sebelumnya melayani penerbangan lintas Internasional diwilayah Yuridiksi pengawasan/pengendalian Kawasan Timur Indonesia Makassar UCA ( Upper Control Area ) yang mencakup wilayah udara melalui sebagian Kalimantan bagian barat hingga perbatasan negara Papua New Guinea disebelah timur, dan dari perbatasan wilayah Udara Australia disebelah selatan hingga perbatasan wilayah Udara Philipina dan Oakland (Amerika Serikat) di sebelah utara

Bandar Udara Hasanuddin juga merupakan pintu gerbang udara di Kawasan Timur Indonesia dan Propinsi Sulawesi Selatan khususnya, dimana Bandar Udara ini telah memberikan corak tersendiri sebagai Bandar Udara Transit yang diarahkan turut mendukung dan mengembangkan pariwisata, mobilisasi arus penumpang serta berpartisipasi dalam perdagangan dan industri.

Fasilitas Airside

  •  Taxiway

                       –  Taxiway A = 158 x 23 M

                     –  Taxiway B = 217 x 26 m

                   –  Taxiway C = 800 x 23 m

                   –  Taxiway South Parallel RWY 13/31 = 968 x 23

                  –  Taxiway South Parallel RWY 03/21 = 945 x 23 m

                  –  Taxiway West Parallel RWY 03/21 = 3100 x 23 m

                  –  Taxiway Delta = 385 x 23 m

                    – Taxiway Echo = 335 x 23 m

                    – Taxiway Foxtrot = 335 x 23 m

                    – Taxiway Hotel = 127,5 x 23 m

                    – Taxiway India = 204 x 23 m

                    – Taxiway Juliet = 1990 x 45 m

                    –  Konstruksi = Asphalt (Flexible)

                     – Taxiway Edge Light = 192 unit

  • Parkir GSE

 

 

  •  Apron

        – Existing   = 420 x 168 m (70.560 M2)

        – Tahap II = 939 x 169 m (158.691 m2)

                 – Apron Cargo = 110 x 100 m (11.000 m2)

                 – Konstruksi  = Beton K-400 (Rigid)

                – Apron Edge Light & Flood Light = 8 unit

               –  Fuel Pipe System

       – Kapasitas parking stand = 31 pesawat

  • Runway :

         – Runway 13 / 31 = 45 x 2500 m

Runway 03 / 21 = 45 x 3100 m